Sisi Gelapku
Oleh : Ra
Aku,
seperti
senja menanti malam,
seperti
bunga menanti kumbang.
perjuanganku
sungguh berat sayangku,
aku
menantimu dalam duka, yang terpaksa kubalut tawa,
aku
menantimu dalam kerapuahan, yang dibalut kepura-puraan.
Tahukah
kau sayang? aku menantimu sampai sebegininya,
sadarkah
kau? sadarkah kau bahwa penantianku setulus penantian ibu yang menunggu anaknya
pulang.
Hingga
suatu hari, alam menamparku dan mengingatkanku tentang sesuatu,
bahwa
kau telah pergi,
pergi
yang benar-benar pergi,
bukan
seperti matahari yang hilang ditelan gelapnya malam, lalu dapat kembali hanya
dalam beberapa jam,
kau
pergi seperti angin yang membawa debu-debu,
seperti
air yang membawa atom-atomnya,
seperti
bunga yang telah kering dan tak dapat kembali ke tangkai semulanya.
Untukmu
sayangku,
aku
selalu menanti hari itu,
hari
dimana aku menyadari dan alam yang akan langsung menunjukkan segalanya,
bahwa
penantian ini takkan berakhir sia-sia, sampai jumpa dan tenanglah disana.
Komentar
Posting Komentar